Tampilkan postingan dengan label jagung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jagung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Agustus 2013

Kunci

Bukan kunci pintu, bukan kunci pagar, bukan pula kunci jawaban soal. Maksud saya kunci adalah nama bumbu masak. Sebutan yang aneh, itu setidaknya bagi orang Jawa yang tahu, namun bahkan tidak setiap orang Jawa tahu bumbu yang jarang dipakai ini. Mungkin pembaca dari daerah lain memiliki nama lain, orang Thailand menyebutnya krachai , tapi bila diseput speciesnya Boesenbergia Rotunda, pasti tidak keliru lagi.

Bumbu ini sejenis umbi-umbian kecil yang diameternya kira-kira sama dengan diameter pensil, tapi panjangnya tidak lebih dari 5 cm. Warnanya coklat muda, umbinya putih basah. Baunya khas, namun tidak keras seperti lengkuas atau kencur.


Setahu saya masakan yang memakai kunci hanyalah sayur bayam bening. Sekalipun baunya tidak menyengat, namun rasa sayur bayam berbeda dengan kunci atau tanpa kunci. Aneh ya? Cara memasaknya, kunci di-keprek sedikit, namun jangan sampai hancur, dimasukan ke air mendidih bersama-sama dengan bumbu lain seperti bawang merah, daun salam, garam dan gula, sebelum daun bayamnya dimasukan. Boleh juga dimasukan irisan jagung muda, tapi harus diingat bahwa matangnya daun bayam jauh lebih cepat dari matangnya jagung, sehingga waktu antara penyemplungan kedua sayur itu harus cukup lama. Selamat mencoba.

Jumat, 23 Agustus 2013

Jagung

Untung ada jagung. Tanaman yang tahan kering ini menjadi andalan petani di musim kemarau, dimana air mulai berkurang. Padi dalam satu tahun, cukup ditanam dua kali saja. Sisa waktu sebelum kembali musim hujan, petani bisa menanam tanaman lain, tapi jagung menjadi pilihan utama. Jagung memang tanaman yang kecil resiko gagalnya. Saat menjelang panen, sengaja batang atas yang masih berdaun hijau dipotong guna makanan sapi sedang buah jagungnya di biarkan kering, kalau sudah tidak ada hujan, malah saat masih melekat, kulit buahnya (klobot) sengaja dikupas agar lebih kering lagi.

Sesungguhnya buah jagung bisa di santap segala usia. Jagung bayi boleh dimasak bersama-sama capjay. Jagung muda bisa juga di buat perkedel jagung, disajikan di restoran-restoran kelas atas. Jagung muda juga setidaknya bisa dipotong-potong dan dicemplungkan ke sayur bayam bening. Atau kalau di pegunungan,saat  udara dingin orang senang mengudap jagung rebus atau jagung bakar sebagai teman minum kopi panas. Konon jagung bakar yang dijual di jalan Dago Bandung bisa diolah dengan ramuan Empat Rasa. Weh lah ada-ada saja, wong jagung direbus thok saja sudah enak, kok di kasih ramuan cem-macem.

Tapi jagung yang paling safe ya dibiarkan sampai tua, di preteli dari bonggolnya dan di simpan bisa tahan lama. Kapan-kapan simpanan ini bisa di tumbuk dan dijadikan nasi jagung, sekedar selingan nasi, apalagi bila lauknya kepompong ulat daun Jati. Rasanya sih ‘not so bad’, ingat jaman susah di tahun 60-an.


Bila kepepet, jagung simpanan ini bisa juga dijual dan sangat likuid. Pemborong utama adalah pabrik makanan ternak yang setiap hari membutuhkan berkwintal jagung cacah, maklum ternak-ternak ini memang hidupnya memang untuk di potong. Makanya bila kita sedang menyantap ayam goreng KFC, jangan lupa berterima kasih, bersyukur ada pak Tani yang menanam jagung, untuk makanan ayam yang sedang anda nikmati.